Laman

Wednesday, 4 January 2012

Karena Kekurangan bukan untuk Di Hina

Share it Please
Jujur, aku tak sanggup jika sudah mendengar lontaran (baca:Hinaan) yang kau katakan padaku. itu sama saja halnya dengan menjatuhkan harga diriku, apalagi kau secara terang-terangan mengucapkannya di antara postingan komentar teman-teman sesama pekerja di kantor ini. Cukup sudah kau mempermalukanku. setiap kali kita berselisih paham, selalu aku yang mengalah, selalu aku yang meminta maaf. Tapi kini, sudah cukup untukku mengalah dan berucap "Maaf" padamu kawan. Kini kau tak lagi temanku. Kini aku sudah terlanjur memutuskan Tali silaturahmi yang terjalin baru setahun  lebih ini. mungkin, dengan cara Naif seperti itu, dengan cara "Berhenti mengenalmu" semoga keadaan menjadi lebih baik lagi.

Memang benar, memutuskan Tali Silaturahmi itu tindakan nyata yang tak terpuji. tapi inilah kenyataan dan keputusan yang sudah kuambil. kalau saja di dirimu ada setitik niat untuk meminta maaf, aku tak perlu bersikap bodoh seperti ini. sadarilah Kawan, manusia memang diciptakan sempurna, namun tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, tapi tak taukah dirimu, kalau kelebihan yang kita miliki, tak seharusnya dibangga-banggakan? dan kekurangan yang dimiliki orang lain tak seharusnya jadi bahan Hinaan??? sadarlah kawan, seharusnya dengan kelebihan yang kita punya, kita bisa menutupi dan saling melengkapi kekurangan teman kita. bukan malah merendahkan dan menghinanya.

Ketahuilah kawan, bilamana engkau menghina orang lain akan kekurangannya, maka di Mata Allah jelas terlihat betapa Hinanya dirimu saat itu.

(Incident 9 September 2011, 09:08 PM)

No comments:

Post a Comment

Followers

Follow The Author