Laman

Monday, 8 July 2013

Entahlah, aku bingung! Lelah....

Share it Please

Mungkin Aku telah menjadi seseorang yang paling beruntung di planet bumi ini ketika ku mengenalmu. alasanku mengatakan hal itu tidak terlepas karena kau mampu menerimaku dengan segenap kekurangan diriku. kau ikhlas menerima semua keburukan dan aib yang aku miliki. namun kenyataannya. hampir 8 tahun kita menjalani hubungan, namun sampai saat kini pun aku belum sanggup memahami hatimu, memahami perasaan terdalam dirimu. aku seolah menjadi orang yang paling bodoh untuk memahamimu. ada apa dengan diriku? 

Aku telah gagal menjadi seorang yang mampu memahamimu, semakin larut kita dalam menjalani hubungan ini, semakin dalam luka yang kuberikan padamu, semakin banyak air matamu berlinang. seharusnya aku sadar, kau telah Ikhlas menerimaku apa adanya... namun apa yang aku beri, tak sebanding dengan apa yang kau beri. seseorang dikatakan memahami perasaan pasangannya saat orang tersebut mampu membuat perasaan aman dan nyaman pada pasangannya. berbalik dengan keadaanku, aku tak mampu menciptakan semua itu. aku hanya mampu menciptakan air mata diantara kita, menciptakan berjuta kesedihan, menciptakan ketidakharmonisan, terlebih padamu. 

Sekarang, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dengan hubungan ini. aku tak punya hak, aku tak mampu melarangmu untuk mencari orang lain yang sanggup membimbingmu, dan menghapus air matamu. Kini aku mengerti, mengapa dalam agama kita tidak ada yang namanya "Pacaran". ternyata benar, hubungan yang dinamakan dengan "Pacaran" itu hanya mengandung Kemudharatan. mungkin kalau kita menjalani sebuah Hubungan yang dalam Islam disebut dengan "Ta'aruf", kondisi yang kita alami ini, tidak harus terjadi. 

Saat ini, kita hanya menjalani hubungan yang kita rencanakan sendiri, bukan yang Allah rencanakan. Jika kelak kita harus terpisah, aku berharap dan kan selalu berdoa, semoga kau dipertemukan oleh seseorang yang mampu menghapus air matamu, kesedihanmu, dan mampu membimbingmu ke Syurga. Karena itu sebaik-baiknya balasan atas Kemuliaan hatimu padaku.

No comments:

Post a Comment

Followers

Follow The Author